Slider


Dampak Berat Badan Pada Resiko Kanker

Ilustrasi, Sumber: Pixabay.com

Risiko perempuan terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Tetapi, hasil penelitian terbaru mengungkapkan, risiko kanker payudara ternyata bisa ditekan dengan mengurangi berat badan. Perempuan menopause yang menurunkan berat badannya punya risiko lebih rendah terkena kanker payudara. Kondisi ini terlihat jelas daripada mereka yang berat badannya terus naik.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Cancer itu melibatkan 60 ribu perempuan sebagai responden penelitian. "Berat badan responden yang berkurang sekitar lima persen dalam tiga tahun rupanya berkontribusi menurunkan risiko kanker hingga 12 persen," kata Rowan Chleboeski selaku peneliti dalam studi tersebut kepada CBS News.

Dokter yang bekerja di City of Hope National Medical Center itu mengatakan, sebelum studinya, belum ada penelitian yang membahas hubungan antara berat badan dengan kanker payudara. Berdasarkan data The Centers for Disease Control and Prevention, di Amerika Serikat (AS), sepertiga perempuan menopause mengalami obesitas.

"Ini seperti tanda ketika Anda terlalu gemuk maka tubuh akan memberi sinyal yang menstimulasi pertumbuhan kanker payudara. Jadi, solusinya adalah ubahlah diet Anda dan kurangi berat badan secara moderat demi menangkal sinyal tersebut," jelas Chlebowski.

Dalam studi ini, pertambahan berat badan lebih dari lima persen tidak diasosiasikan dengan risiko kanker payudara. Tapi, perempuan yang punya berat badan lebih punya risiko kanker payudara lebih besar.

Hasil temuan ini membuat seorang perempuan bernama Sara Baron terdorong untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dia yang sudah memasuki masa menopause tersebut mengaku akan lebih ketat dalam menerapkan pola makan. "Aku adalah perempuan menopause. Aku akan mengurangi berat badan demi menjaga tubuh agar tetap sehat," ungkapnya.

Post a Comment

0 Comments