Slider


Kekecewaan Hamilton Pada Tim Strategi Mercedes

ilustrasi mobil F1, sumber: pixabay.com

AUSTIN — Lewis Hamilton mengaku kecewa dengan strategi timnya. Pembalap Mercedes itu bahkan menganggap strategi timnya memalukan sebab ia ingin mengunci gelar di GP Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/10). Hamilton sangat dongkol karena belum dapat memastikan gelar juara Formula 1 (F1) 2018 di AS setelah finis di posisi ketiga, padahal ia memulai balapan dari posisi start terdepan. Pada seri balapan di Sirkuit Americas, Texas, itu, pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen, keluar sebagai juara.

"Saya tidak tahu mengapa mereka (tim Mercedes) tidak ingin saya memenangkan balapan. Menurut saya, mereka ingin saya menang, tetapi itu tidak sesuai rencana," kata Hamilton, dikutip dari Crash.net, Senin (22/10).

Kekesalan Hamilton dimulai dari kualifikasi kedua, saat Mercedes salah memilih ban untuk mulai tancap gas. Ia mengatakan, ada perbedaan besar dalam performa start dengan ban yang berbeda. "Lalu, saya tidak mampu menjaga (performa). Itu benar-benar masalah bagi kami. Itu bukan akhir pekan yang baik," kata driver berkebangsaan Inggris ini. Hamilton masih bisa mengejar mimpinya untuk menjadi juara musim ini pada seri selanjutnya yang akan digelar di Autódromo Hermanos Rodríguez, Meksiko, pekan depan.

Adapun pesaing terdekat Hamilton di papan klasemen, Sebastian Vettel, finis persis di belakangnya. Dengan hasil terse but, pembalap berkebangsaan Jerman ini masih memelihara asa untuk menyalip Hamilton. Saat ini, Vettel berada di pering kat kedua dengan 276 angka, terpaut 70 angka dari Hamilton di posisi puncak.

Meski sangat tipis, dengan sisa tiga seri lagi Vettel masih punya kesempatan untuk membuat keajaiban. Vettel mengaku lelah setelah bersaing ketat dengan Hamilton di AS. Kedua pembalap top dunia tersebut terlibat perebutan posisi ketiga selama hampir setengah balapan. Vettel start dari posisi kelima karena terkena penalti di sesi latihan di Texas.

Namun, Ferrari kembali membuktikan mereka punya kecepatan seperti yang dikhawatirkan Mercedes sebelumnya. "Saya kelelahan untuk mendapatkan pemulihan pembalap," ucap Vettel.

Pembalap berusia 31 tahun itu mengatakan, semua usaha sudah dilakukan agar bisa finis di depan Hamilton. Namun, menurut Vettel, Hamilton selalu bisa mengendalikan situasi. Vettel pun mengaku sangat kecewa karena hasil balapan sebenarnya bisa lebih baik untuknya. "Saya seharusnya berada di posisi yang lebih baik. Saya merasa ini mengecewakan," ujar dia.

Sebaliknya dengan Hamilton dan Vettel, seri Amerika memberikan kebahagiaan kepada Raikkonen yang untuk pertama kalinya kembali menaiki podium pertama dalam lima tahun. Terakhir kali pembalap berusia 39 tahun itu mencicipi hal serupa terjadi bersama tim Lotus pada GP Australia 2013 silam.

Raikkonen harus menunggu 113 seri untuk bisa kembali menjadi yang tercepat. Pencapain di AS membuat posisi Raikkonen terdongkrak ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi 221 angka. "Luar biasa rasanya, saya bangga bisa kembali menunjukkan kapasitas saya. Saya harap masih ada kesempatan lain untuk terus bisa berbicara banyak di lintasan," kata dia.



Sumber; Republika newspaper, selasa 23/10/18

Post a Comment

0 Comments