Slider


Kronologi Tewasnya satu Keluarga di Palembang

ilustrasi tempat kejadian perkara, sumber: pixabay.com

Penemuan tewasnya satu keluarga di Komplek Villa Kebun Sirih Blok A No 18 RT 05 RW 01, Kelurahan Bukit Sangkal , Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (24/10) sekitar pukul 06.30 WIB. Kejadian ini sontak membuat gempar warga penghuni komplek, karena mengingat waktu kejadian penemuan tersebut masih pagi dan rata-rata para penghuni belum banyak yang beraktivitas atau pergi kerja.

Dilansir dari indopos.co.id, Sebelum ditemukannya keempat jenazah ini, asistan rumah tangga (ART) mereka yakni, Dewi Safitri (20), mulanya dirinya bangun pukul 05.30 WIB. Dia hendak memasak mie untuk sarapan Rafael (18) sebelum berangkat sekolah. Sebelum memasak, Dewi sempat masuk kamar Kathyln (11) untuk mematikan AC dan lampu. Dewi pun memegang kaki Kathyln seperti biasa untuk membangunkannya, tetapi tidak bangun-bangun, lantas dia keluar kamar dan pergi memasak, kemudian Dewi meminta Sarah Fedriyanti (20), termasuk salah satu ART keluarga untuk membangunkan Kathlyn untuk bersiap-siap berangkat sekolah. Namun, Sarah terkejut saat melihat tangan Kathyln berdarah. 

Sarah mengira Kathlyn sedang mimisan karena terdapat bercak darah di bantal, tapi setelah dicek ternyata Kathyln sudah dalam kondisi tak bernyawa dan kepalanya berdarah. Kemudian Sarah memanggil Dewi menuju kamar Rafael dan melihat ada bercak darah juga di bantal, Karena takut, mereka berdua pun langsung pergi ke kamar majikanya di lantai dua, setelah dipanggil dan diketuk beberapa kali, tidak ada jawaban. Kedua ART yang kebingungan ini pun berteriak meminta tolong kepada tetangga. Teriakan tersebut sontak mengundang warga dan ketua RT Purwadi, lalu Mereka langsung menghubungi pihak kepolisian. 

Saat tim identifikasi Polresta Palembang datang di tempat kejadian, pada proses pengecekan awal ruangan-ruangan kejadian perkara, tim melihat satu keluarga ini tewas tertembak di bagian kepala. Diduga Fransiskus (45) nekat menghabisi keluarganya dengan senjata api (senpi) pistol jenis revolver.  Selain Fransiskus, istri dan anaknya, ternyata kedua anjingnya, Snowy dan Choky juga ditemukan tak bernyawa dalam bak kamar mandi belakang. "Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan investigasi terkait kejadian dugaan kasus bunuh diri satu keluarga ini," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

Post a Comment

0 Comments