Slider


Pemicu Kanker pada Perempuan

ilustrasi, sumber: pixabay.com

Obesitas bakal menjadi penyebab kanker nomor satu pada perempuan di Inggris pada 2043. Dengan begitu, penyebab utama kanker, yaitu merokok, menjadi nomor dua di beberapa dekade ke depan.

Saat ini, laporan dari Cancer Research UK menyatakan, 12 persen kanker pada perempuan berkaitan dengan merokok dan 7 persennya terkait dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Perubahan pada 2043 tersebut terjadi karena adanya penurunan jumlah perokok di kalangan perempuan, sedangkan tingkat obesitasnya diproyeksikan meningkat.

Dengan adanya kecenderungan seperti itu, kesenjangan aspek penyebab kanker antara obesitas dan merokok mulai menghilang dalam waktu 25 tahun. Cancer Research UK memproyeksikan, pada 2035, sekitar 10 persen atau 25 ribu kasus kanker pada wanita dikaitkan dengan merokok, sedangkan 9 persen atau sekitar 23 ribu kasus kanker terkait dengan kelebihan berat badan. Sepuluh tahun berikutnya, tren tersebut berlanjut. Kasus kanker yang terkait dengan kelebihan berat badan dan obesitas pada perempuan diprediksi lebih banyak daripada aspek merokok.

Kasus obesitas memang lebih umum terjadi pada laki-laki. Kasus kanker pada laki-laki umumnya dikaitkan dengan merokok, daripada obesitas. Namun, obesitas pada perempuan dianggap menjadi biang pemicu kanker. Apalagi, kasus wanita merokok lebih sedikit dibandingkan laki-laki. Karena itulah, pertumbuhan tren kasus kanker dan penyebabnya berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Laporan itu mengatakan jenis kanker yang terkait dengan merokok adalah kanker leukemia myeloid akut, paru, kandung kemih, usus, leher rahim, pankreas, dan perut. Sedangkan kanker yang terkait dengan obesitas adalah usus, kandung empedu, ginjal, hati, payudara, ovarium, dan tiroid.

Menurut ahli kanker Inggris, Profesor Linda Bauld, orang yang kelebihan berat badan di masa kecil risikonya lima kali lebih besar mengalami overweight ketika dewasa. Angka terbaru menunjukkan, tingkat obesitas yang parah saat kanak-kanan telah meningkat selama dekade terakhir di Inggris.

"Itu sebabnya kami meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara kanker dan obesitas dan menyerukan langkah-langkah untuk perlindungan anak, seperti larangan iklan junk food sebelum pukul 21.00 dan membatasi promosi produk 'kurang sehat'," kata Bauld, dikutip dari BBC.

Penurunan jumlah perokok, kata dia, adalah hal yang baik. Apalagi, pemerintah dan banyak kalangan bekerja sama memberikan batasan untuk para perokok, seperti dengan ruang khusus untuk merokok dan pajak. "Masih ada lagi yang harus dilakukan untuk mendukung orangorang berhenti merokok. Kita juga perlu bertindak sekarang untuk menghentikan gelombang kanker akibat berat badan dan memastikan proyeksi ini tidak menjadi kenyataan."



sumber: Republika newspaper, Jumat 12/10/18

Post a Comment

0 Comments