Slider


RS Indonesia di Gaza Terkena Bom Zionis

RS Indonesia di GAZA, sumber bbc.com

GAZA — Serangan jet tempur Israel di ke Jalur Gaza merusak sebagian ruangan di Rumah Sakit Indo nesia di sana, Jumat (26/10). Operasional rumah sakit yang didirikan dari sumbangan warga Indonesia itu sempat terhenti. Para dokter dan suster khawatir. Presiden Joko Widodo mengecam tindakan militer Israel yang berpotensi melukai pasien rumah sakit tersebut.

"Kami tahu rumah sakit itu rusak dan Indonesia mengecam keras serangan Israel pada 27 Oktober. Karena tidak hanya rusak rumah sakit, tetapi juga wilayah sekitar," kata Presiden di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (28/10).

Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak akan menyurutkan tekad Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina. "Indonesia tetap akan selalu di belakang Palestina dalam mem perjuangkan kemerdekaannya, tidak ada kata mundur," ujar Kepala Negara.

Militer zionis Israel menggempur sejumlah wilayah yang disebut terkait Hamas di Jalur Gaza sejak Jumat (26/10). Serangan itu disebut untuk membalas 30 roket yang ditembakkan dari Gaza ke wilayah Israel. Sementara 30 roket tersebut ditembakkan terkait kematian lima warga Pa lestina oleh pasukan Israel saat mela kukan aksi damai "the Great March of Return" di perbatasan, Jumat (26/10).

Pendiri Yayasan Nusantara Pales tina Center Abdillah Onim yang tengah berada di Gaza menyaksikan langsung peristiwa yang berimbas langsung terhadap RSI di Gaza tersebut. "Serangan tersebut menimbulkan kerusakan bagian dalam rumah sakit," kata Onim dalam keterangannya kepada Republika, Ahad.

Menurut kesaksiannya, setidaknya empat rudal dijatuhkan Israel persis di depan Rumah Sakit Indonesia. Bom itu jatuh berjarak kurang dari 250 meter dari bangunan rumah sakit, tepatnya di sebuah la pangan kecil. "Dulunya, 10 tahun lalu, pernah di jadikan tempat pelatihan dan olah raga pemuda Gaza," ujar Onim.

Akibat serangan tersebut, akti vitas rumah sakit sempat terhenti. Sebagian tim medis dan pasien menjauh dari rumah sakit. Mereka meng khawatirkan serangan susulan.

sumber: Republika Newspaper, 29/10/18

Post a Comment

0 Comments