Slider


Selandia Baru Buat Aturan Pelarangan Senapan Serbu

sumber: Photographer: Mark Coote/Bloomberg
Selandia Baru telah melarang kepemilikan senjata semi-otomatis gaya militer atau senapan serbu dan melakukan pembelian kembali senjata dari warga yang memilikinya, setelah terjadi serangan teroris terhadap dua masjid di wilayah Selandia Baru yang telah menewaskan sekitar 51 orang.

Aturan larangan tersebut segera berlaku, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan kepada wartawan, Perubahan lebih lanjut akan diatur dalam undang-undang senjata untuk memperketat perizinan dan meningkatkan kontrol atas amunisi yang akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang, (bloomberg, 21/03/19).

"Saya sangat percaya bahwa sebagian besar pemilik senjata yang sah di Selandia Baru akan memahami bahwa langkah ini adalah untuk kepentingan nasional, Apa yang kami larang hari ini adalah hal-hal yang digunakan dalam serangan Jumat lalu", ungkap Ardern.

Tingkat pembunuhan di Selandia Baru jauh di bawah rata-rata global, tetapi kepemilikan senjata telah meningkat dalam dekade terakhir, dan telah menjadi salah satu peringkat tertinggi di dunia  per kapitanya untuk kepemilikan senjata. Pemerintah mengatakan hari ini diperkirakan ada 1,2 juta hingga 1,5 juta senjata api yang beredar di negara ini, sebuah negara yang memiliki populasi hanya di bawah 5 juta orang.

Serangan teroris yang terjadi Jumat (15/03/19) lalu itu telah mengejutkan negara Selandia Baru, negara yang damai di Pasifik Selatan di mana kekerasan senjata relatif jarang terjadi. Telah ada curahan kesedihan dan emosi ketika negara itu berjuang untuk memahami bagaimana sesuatu yang begitu mengerikan dapat terjadi.



editor: WK

Post a Comment

0 Comments